Deskripsi Umum
Jurnal Risa, yang disutradarai oleh Risa Saraswati, dan dirilis pada tahun 2024, adalah film Indonesia yang mengkhususkan diri dalam gaya mockumentary. Film ini bertujuan untuk memperluas cerita Jurnal Risa yang sangat populer di saluran Youtube yang dibuat oleh penulis dan musisi Risa Saraswati. Film ini menggunakan gaya mockumentary untuk membenamkan penonton dalam pengalaman langsung tim Jurnal Risa dengan berbagai peristiwa paranormal yang menentang penjelasan rasional.
Film ini disutradarai oleh salah satu sutradara paling ikonik dalam sinema Indonesia, Rizal Mantovani. Film ini menangkap kombinasi gaya dokumenter dan drama. Film ini memanfaatkan pengambilan gambar gaya dokumenter yang meningkatkan pengalaman keseluruhan penonton dengan memberikan rasa kedekatan dan kenyataan dalam film.
Sinopsis Cerita
Dalam film Jurnal Risa, cerita dimulai ketika tim Jurnal Risa melanjutkan salah satu aktivitas rutin mereka yaitu mendokumentasikan pengalaman supernatural di berbagai lokasi. Dalam salah satu rekaman, bintang tamu yang dikenal sebagai Prinsa Mandagie muncul. Selama pengambilan gambar, Prinsa menyebut Samex, salah satu entitas yang diyakini memiliki kekuatan mistis ketika seseorang menyebut namanya secara keras, yang dalam hal ini terjadi secara tidak sengaja.
Setelah kejadian tersebut, suasana mulai berubah. Prinsa mulai merasakan hal aneh, perasaan yang sulit dijelaskan. Tim Jurnal Risa menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh sedang terjadi. Mereka memutuskan untuk mencari penyebab gangguan tersebut. Risa Saraswati, pemimpin tim, berusaha membantu Prinsa melepaskan diri dari gangguan yang mengganggu dirinya.
Selama proses investigasi, tim menghadapi serangkaian masalah yang tidak terduga. Namun, dengan ketenangan, kerjasama, dan saling percaya, mereka melanjutkan. Perjalanan ini bukan hanya tentang menghadapi yang tak terlihat. Ini juga tentang nilai memiliki keberanian untuk bertahan dalam situasi yang tidak begitu jelas.
Gaya Penyajian
Film ini mengambil bentuk mockumentary, jenis film yang dibuat agar terlihat seperti dokumenter tetapi sebenarnya fiksi. Film ini juga menggunakan teknik seperti gaya pengambilan gambar yang tidak dipoles serta penggunaan kamera genggam. Ini memungkinkan penonton merasa seolah-olah berada di tengah aksi.
Teknik ini pada gilirannya membuat film terasa jauh lebih realistis. Suasana yang diciptakan tidak bergantung pada efek sinematik dramatis tetapi lebih pada reaksi alami karakter. Ini adalah poin terkuat film karena memungkinkan ikatan emosional terbentuk antara penonton dan karakter dalam cerita.
Lebih lanjut, penggunaan pencahayaan minimal, suara latar yang lebih ambient daripada dominan, dan interaksi yang tampaknya diimprovisasi berkontribusi untuk menciptakan suasana di mana penonton terlibat dan terlibat. Film ini lebih memperhatikan suasana dan ketegangan psikologis daripada efek visual dramatis.
Pemeran dan Karakter
Dalam film ini, beberapa karakter yang berasal dari tim Jurnal Risa berperan sebagai diri mereka sendiri, seperti:
Risa Saraswati – karakter utama dan pemimpin tim.
Nicko Irham – salah satu anggota tim yang sering aktif berpartisipasi dalam investigasi.
Riana Rizki, Indy Ratna Pratiwi, dan Abimanyu Bhakti Pratama – anggota keluarga serta tim inti.
Prinsa Mandagie – bintang tamu dalam film yang menjadi pusat peristiwa.
Beberapa karakter lain yang berkontribusi pada cerita dengan peran pendukung mereka.
Penggunaan anggota Jurnal Risa sebagai karakter ‘fiksi’ tentu memberikan lebih banyak keautenticitas pada film. Mereka sebelumnya telah terlibat dengan penonton melalui konten digital mereka sehingga penonton akan dapat mengenali kepribadian mereka dan keterhubungan emosional yang mereka bagi dengan setiap situasi.
Tema dan Nilai
Film Jurnal Risa tidak terbatas hanya pada penyajian sebuah kisah yang penuh dengan rahasia; ia juga mencoba menyampaikan beberapa pesan.
Keberanian untuk Menghadapi yang Tidak Dikenal: Film ini menunjukkan bagaimana seseorang harus menghadapi yang tidak dapat dijelaskan dengan ketenangan fisik dan pikiran yang jernih.
Pentingnya Kolaborasi: Tim Jurnal Risa digambarkan saling mendukung, yang menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam situasi yang menantang. Rasa Empati: Karakter dalam film tidak hanya memperhatikan isu yang ada tetapi juga saling peduli satu sama lain. Hal ini terutama berlaku untuk Prinsa, yang sedang mengalami gejolak emosional. Film ini menawarkan perspektif unik tentang bagaimana orang mengatasi hal yang tidak biasa. Film ini juga mengajarkan bahwa keberanian tidak selalu ada dalam tindakan besar, tetapi juga dalam ketenangan pikiran dan tindakan.
Produksi dan Penyutradaraan
Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani yang telah bergeser dalam gaya dari karya-karya sebelumnya. Dengan pengaturan lokasi nyata, pilihan sudut kamera yang sederhana dan efektif, serta pengarahan yang memungkinkan para aktor untuk bebas, film ini merupakan salah satu sorotan tahun 2024.
Musik latar dalam film digunakan secara hemat, hanya untuk menyoroti perasaan tertentu agar suasana tidak terganggu. Desain cahaya dan suara dilakukan untuk meningkatkan perasaan dokumenter yang kuat.
Penerimaan Penonton
Sejak moment rilis, Jurnal Risa telah menarik perhatian penasaran penonton karena konsepnya yang unik. Banyak yang mengapresiasi cara film ini sederhana namun efektif. Beberapa melihat film ini sebagai perkembangan baru dalam gaya fiksi dokumenter di Indonesia.
Penonton yang sudah familiar dengan saluran Jurnal Risa merasa puas bahwa film ini memberikan perasaan yang sama tetapi dengan lebih banyak kompleksitas dalam ceritanya. Sementara itu, penonton baru tetap dapat menikmati film ini tanpa harus mengetahui latar belakang sebelumnya.
Kesimpulan
Jurnal Risa oleh Risa Saraswati adalah film yang menggabungkan elemen dokumenter, drama, dan pengalaman emosional dalam alur yang mengundang penonton untuk merenungkan dan merasakan. Menggunakan pendekatan yang halus tetapi kuat, film ini berhasil menceritakan kisah yang menyentuh dan sangat relevan.
Film ini tidak perlu bergantung pada efek spektakuler atau alur yang rumit, film ini mampu menyampaikan ide bahwa menghadapi hal-hal yang tidak konvensional membutuhkan hati yang tenang, kerja sama yang erat, dan keberanian untuk berdiri untuk kebaikan. Bagi mereka yang menyukai cerita yang reflektif dan menggugah pemikiran, film ini adalah pengalaman yang layak untuk dinikmati dan direnungkan.
Watch free movies on Fmovies